MEDIA ONLINE |SIDIK UTAMA BERITA TERUPDATE DAN TERPERCAYA Bukan Sekadar Baris Berbaris, 120 Pelajar Sragen Belajar Disiplin dan Cinta Tanah Air Bersama Babinsa - Sidikutama.com

Bukan Sekadar Baris Berbaris, 120 Pelajar Sragen Belajar Disiplin dan Cinta Tanah Air Bersama Babinsa


SRAGEN || sidikutama.com - 
Lapangan Kelurahan Kroyo, Kecamatan Karangmalang, Kamis (1/10/2026), mendadak menjadi ruang belajar yang berbeda bagi 120 siswa-siswi SMK Binawiyata Sragen.

Jika biasanya belajar dilakukan di dalam kelas, kali ini para pelajar mendapat pembelajaran langsung di lapangan. Mereka mengikuti kegiatan Wawasan Kebangsaan (Wasbang) dan Peraturan Baris Berbaris (PBB) yang diberikan Babinsa Desa Guworejo Koramil 02/Karangmalang, Serma Sumartana, bersama tiga anggota Koramil.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pembinaan wilayah sekaligus upaya membangun karakter generasi muda. Para siswa tidak hanya diajarkan cara berdiri tegap, berjalan serempak, dan mengikuti aba-aba, tetapi juga diajak memahami pentingnya disiplin, kekompakan, tanggung jawab, serta semangat persatuan.

Sebanyak 120 siswa dari empat kelas mengikuti kegiatan tersebut. Mereka didampingi Bp. Faruq, S.Pd., selaku guru pendamping/wali kelas X, bersama tiga wali kelas lainnya.

Serma Sumartana menjelaskan, latihan PBB bukan sekadar kegiatan untuk membuat siswa mampu bergerak secara seragam. Di balik setiap aba-aba dan gerakan, terdapat nilai-nilai yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“PBB mengajarkan kedisiplinan, kekompakan, kepatuhan terhadap aturan dan tanggung jawab. Nilai-nilai tersebut penting dimiliki para pelajar sebagai generasi penerus bangsa,” ujarnya.

Selain latihan PBB, para siswa juga mendapatkan materi Wawasan Kebangsaan. Materi tersebut diberikan untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air, memperkuat persatuan, serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan sesama.

Para pelajar pun diharapkan tidak hanya disiplin ketika berada di lapangan. Nilai yang diperoleh selama kegiatan diharapkan dapat menjadi kebiasaan, baik saat mengikuti pelajaran di sekolah, berada di lingkungan keluarga, maupun ketika bergaul di tengah masyarakat.

“Harapannya, apa yang mereka dapat hari ini bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Disiplin bukan hanya saat mengikuti PBB, tetapi menjadi kebiasaan di sekolah, keluarga maupun lingkungan masyarakat,” pungkas Serma Sumartana.

Reporter : Ihwan